Sabtu, 13 Desember 2014

"Berpikirlah merdeka, baru kau bisa melakukan apa saja"

Baru saja melihat acaranya Berani Jadi Miliader (BJM) di salah satu statsiun TV yang berlogo burung Elang metrotvnews.com yang banyak mengeluarkan program berita dan program informatif. Tertarik mengamati orang-orang yang berani keluar dari zona nyaman, seperti para finalis  membuat saya tiba-tiba ingin mencari tahu apa yang menjadi latar belakang mereka berani mengambil resiko dan memulai sesuatu yang baru, keluar dari aktivitas bahkan dari zona aman dan nyaman yang sebelumnya mereka dapatkan.  

Salah satu finalis program ini bernama Mujiati, seorang Ibu yang diketahui sebelumnya berprofesi sebagai seorang make up artis ini, memiliki kegemaran mengkonsumsi makanan pedas dan sambal. berbekal dari hobi, kejelian melihat peluang pasar, dimana umumnya penduduk Indonesia merasa belum nendang makannya bila tidak dilengkapi dengan sambal. Mujiati memutuskan berhenti bekerja sebagai make up artis dan memulai usahanya dari bisnis rumahan dengan memproduksi sambal rumahan dalam bentu kemasan. Produk sambalnya kemudian mulai dikenal luas masyarakat, setelah dipasarkan melalui media online dan memanfaatkan promosi melalui komunitas. Saat ini, sambal merk "Cuk" sudah mulai disukai dan dicari oleh para penggemar dan pemburu sambal.

Berbeda dengan Ibu Susi Pujiastuti yang saat ini menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, dari beliau saya banyak belajar tentang keberanian meniadakan garis atau batasan, sehingga bisa lebih berbuat banyak karya dan manfaat bagi kehidupan. Dari berbagai pro kontra tentang penampilan beliau, yang bagi pandangan umum dianggap "kurang wajar" perempuan berpenampilan seperti beliau, banyak hal yang bisa kita petik sebagai pelajaran dan sebagai kacamata lain dalam memandang kehidupan. 

Sebagaimana saya ungkapkan di atas, bahwa ketertarikan saya mengamati orang-orang yang berani keluar dari zona nyaman, punya pemikiran diluar mainstream atau lebih dikenal dengan out of the box, membuat saya ingin menuliskan dari apa yang saya baca dan temui tentang mereka yang punya keberanian yang membuat mereka bisa lebih banyak berbuat dan bermanfaat dalam kehidupan ini. Setelah saya membaca tulisan dari wall facebook dosen saya  https://www.facebook.com/melani.abdulkadirsunito?fref=ts tentang sosok menteri nyentrik ini, meskipun saya tidak mengenalnya secara pribadi dan belum pernah bertemu secara langsung, namun ada beberapa hal yang mendorong saya untuk menuliskan kembali pernyataannya dalam tulisan yang dipublish sama dosen saya tersebut, sebagai pengingat diri saya sendiri. Kalimat yang diucapkannya yang menurut saya cukup powerful itu adalah "Menjadi orang dengan pikiran merdeka, itulah saya," katanya Ibu Susi. Dengan berpikir merdeka, akan  menepis semua ketakutan, kekhawatiran, juga stereotipe bahwa seseorang tak bisa maju karena ini dan itu. "Saya masuk dunia bisnis yang keras. Tak bisa tidak, saya harus berpikir merdeka. I can only lead if I have free mind," katanya Ibu Susi dalam share tulisan yang saya temui di wall facebook . 

Bagaimana tidak powerful, berbekal tekad dan keyakinan yang dimilikinya, stigma yang melekat pada sesosok Ibu Susi sebagai orang yang drop out di Sekolah Menengah (belakangan dari tulisan Renald Kasali http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/11/03/054500426/Mooryati.Soedibyo.Dian.Sastro.dan.Metakognisi.Susi.Pudjiastuti) diketahui pilihan drop out itu diputuskan secara sadar oleh Ibu Susi justru membawa jalan kepada kehidupan yang di luar kebiasaan orang pada umumnya. Ibu Susi menjalani Kehidupan yang penuh tantangan, dan membutuhkan keberanian dan kemampuan belajar yang lagi-lagi kemampuan out of the box lah yang justru membawa kesuksesan tersendiri buat Ibu Susi.

Sebagai contoh, disebutkan dalam tulisan ini bahwa kemampuan Bahasa Inggris yang dikuasai Ibu Susi diperoleh dari kebiasaan  membaca novel. Beberapa 'burden' yang bisa saja membatasi geraknya, seperti dia perempuan, tidak berpendidikan tinggi, tumbuh di desa nelayan di Pangandaran dapat ia terabas. Bahwa ia merintis usahanya mulai dengan berjualan seprai, bed cover. Kemudia usahanya mulai  mengalami perubahan saat terdapat permintaan udang segar dari restoran di Jakarta. Udang segar dari nelayan pun diangkut dari Pangandaran ke Jakarta dengan pesawat kecil. Dari sinilah awal mulanya rintisan usaha pesawat sewanya dimulai hingga berkembang dan dicari untuk distribusi berbagai keperluan ke pelosok tanah air, dimana belum ada pihak swasta lain yang berani mengambil jalur.

Menyambung dengan apa yang saya lihat tadi di tayangan BJM itu, beberapa orang bisa menjadi di atas rata-rata hanya jika ia mampu keluar dari batas-batas yang menghalangi ruang geraknya. Batas-batas itu dapat berupa pikiran atau cara pandang yang tidak terbuka terhadap kemugkinan atau padangan lain. Menjadi out of the box adalah bagaimana kita berpikir dan kemudian menciptakan gagasan di luar kebiasaan-kebiasaan yang ada,  untuk menjawab suatu tantangan. Sebagaimana beberapa orang yang di luar rata-rata, umumnya mereka memiliki keyakinan bahwa tak boleh ada halangan yang tak bisa diatasi.

Dalam akhir tulisan yang saya temui pesan (Ibu Susi) yang akan saya simpan buat diri saya sendiri "Runtuhkan dulu tembok-tembok di kepalamu. Berpikirlah merdeka, baru kau bisa melakukan apa saja."